Connect with us

Nasional

Kemenag Imbau Umat Tetap Rukun dan Damai Pasca Pilkada Serentak 2024

blank

Published

on

blank

Khatulistiwaupdatenews,com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat beragama agar selalu menjaga kerukunan dan kedamaian dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), terlebih pasca pilkada serentak yang dilaksanakan Rabu, 27 November 2024 lalu.

Imbauan ini disampaikan Sekjen Kemenag M. Ali Ramdhani di Jakarta. Kang Dhani, begitu panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa Pilkada serentak adalah momentum demokrasi yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga:  DPP PSN Ungkap Dugaan Skandal Pemerasan Oleh Oknum Polisi yang diduga Libatkan Nama Kejaksaan, ini kata praktisi hukum

“Kita harus memastikan bahwa perbedaan pilihan tidak mengganggu kerukunan antarwarga. Semua pihak, baik itu partai politik, calon kepala daerah, maupun masyarakat, harus berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif,” ujar Sekjen Kemenag M. Ali Ramdhani didampingi Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Adib Abdushomad, seperti dikutip dari situs Kemenag, Senin 23 Desember 2024.

Ia berharap pasca pilkada serentak 2024, masyarakat tetap aman, dan damai, tanpa menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Bawaslu Papua Selatan Gandeng Mahasiswa dan Media Massa Kawal Pilkada Serentak 2024 Tanpa Hoaks dan Money Politik

Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari penyebaran hoaks yang dapat memecah belah masyarakat.

Senada, Kepala Badan (Kaban) Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI, Prof Amien Suyitno, menyatakan sangat mendukung terjaganya kerukunan di Indonesia.

“Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2024 yang sudah naik jangan dinodai dengan Pilkada Serentak,” tegas Kaban Suyitno.

Baca Juga:  Testimoni Tokoh dan Elemen Masyarakat Untuk Jaga Kerukunan Pasca Pilkada Serentak 2024 Di Kabupaten Lingga

Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan tidak terjebak dalam hoaks atau berita bohong yang dapat merusak kerukunan.

“Informasi yang beredar di dunia maya harus disaring dengan bijaksana agar tidak menambah ketegangan politik yang berlarut-larut. Saring dulu sebelum sharing,” tuturnya.

.