Connect with us

Nasional

Pilkada Serentak Tahun 2024 di NTB Dinilai Lebih Kondusif, Masyarakat Sudah Matang dan Dewasa Menyikapi Politik

blank

Published

on

blank

Khatulistiwaupdatenews.com, Mataram – Pilkada serentak 2024 sebentar lagi usai. KPU kabupaten dan kota di NTB sudah mengumumkan hasil rekapitulasi dan penetapan pasangan calon terpilih. Pilkada tahun 2024 ini disebut lebih kondusif jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu.

“Saya lihat ya pilkada tahun ini saya kira jauh lebih kondusif. Tidak ada isu-isu primordial yang mengemuka,” kata Dosen Fisip dan ilmu Komunikasi di Universitas 45 Mataram, Dr. Alfisahrin, seperti dikutip dari Insidelombok.id, Senin 16 Desember 2024.

Ia melihat informasi hoaks atau tidak benar selama tahapan pilkada sangat minim. Bahkan selama rekapitulasi suara yang berlangsung saat ini masih sangat kondusif.

Baca Juga:  Pemkab Berau Lakukan Patroli Siber Cegah Hoaks Pilkada Serentak 2024, Sekda : Sukses Pilkada Bukan Tanggung Jawab KPU, Melainkan Tanggung Jawab Kita Semua

“Potensi munculnya hoaks atau informasi yang tidak berdasarkan pada data itu sangat minim saya lihat,” katanya

Menurutnya, minimnya berita bohong selama tahapan pilkada di NTB ini disebabkan karena kematangan masyarakat dalam berpolitik.

Selain itu, paslon menerima hasil perhitungan sementara yang memenangkan pasangan nomor urut 03 H. Muhammad Iqbal – Hj. Indah Dhamayanti Putri pada kontestasi lima tahunan ini.

“Karena ada kematangan demokrasi masyarakat NTB bahwa perolehan suara akhir yang memenangkan Iqbal-Dinda itu sudah diterima secara kesatria dan masing-masing pasangan calon sudah mengucapkan selamat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kegiatan Pembinaan Kepribadian Berbangsa dan Bernegara melalui Pelatihan Baris-Berbaris di Lapas Kelas IIA Batam

Namun informasi hoaks yang berpotensi bisa saja menyebar jelang pengumuman hasil rekapitulasi oleh KPU NTB seperti kecurangan, netralitas penyelenggara hingga politik uang. Misalnya isu kecurangan berpotensi dikembangkan oleh dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Hal ini harus diwaspadai untuk menjaga kondusifitas daerah.

“Kemudian yang kedua isu ketidaknetralan penyelenggara pemilu. Ini yang kemudian menjadi semacam senjata bagi pihak yang kalah untuk membangun opini publik yang tidak didasarkan pada fakta-fakta objektif,” katanya.

Untuk sengketa pilkada 2024 ini menurut Wadir IV Politeknik MFH ini akan sangat minim diajukan oleh pasangan calon yang kalah. Karena melihat sikap politik yang sangat dewasa ketika mengucapkan selamat kepada pasangan calon yang menang sejak hasil quick count atau hitung cepat. “Untuk sengketa saya lihat minim sekali,” katanya.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Jabar Bawa Kades dan Lurah dari Jawa Barat borong Penghargaan Dalam Paralegal Justice Award 2024

Ketiga pasangan calon yang ikut pada kontestasi lima tahunan ini memiliki ilmu yang sangat memadai. Sehingga mampu meredam isu-isu yang bisa menimbulkan konflik ditengah masyarakat.

“Para doktor yang memiliki kapasitas ilmu yang memadai. Sehingga mampu menciptakan daya iklim yang kompetisi yang jauh lebih fair lebih kondusif. Pilkada tahun 2024 ini jauh lebih kondusif dan lebih aman jika dibandingkan dengan pilkada 5 tahun yang lalu,” tegasnya. ***