Connect with us

Jabar Raya

Akhir Pekan Penuh Makna, Sapaan Kalapas Sumedang Jadi Penguat Semangat Warga Binaan Untuk Lebih Baik

blank

Published

on

blank

Khatulistiwaupdatenews.com, Sumedang — Akhir pekan yang selalu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, menjadi momen langka bagi warga binaan (wb) di Lapas Kelas IIB Sumedang. Meski berada dalam jeruji besi, warga binaan Lapas Sumedang mendapatkan dukungan moril akhir pekan ini, sabtu 25 Oktober 2025.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Sumedang Ratri Handoyo Eko Saputro, mengumpulkan warga binaan di akhir pekan minggu terakhir bulan Oktober 2025.

Suasana di Lapangan Apel Lapas Kelas IIB Sumedang tampak penuh semangat dan kebersamaan.

Kalapas Kelas IIB Sumedang, Ratri Handoyo Eko Saputro, bersama jajaran pejabat struktural, meluangkan waktu di akhir pekan untuk menyapa langsung seluruh warga binaan, Sabtu (25/10).

Baca Juga:  Lapas Kelas IIB Sumedang Kembali Razia Kamar Blok Hunian Warga Binaan, Petugas Temukan Paku, Amplas dan Korek Api Gas

Kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian pimpinan terhadap pelaksanaan pembinaan di Lapas Sumedang.

“Dengan penuh kehangatan, saya menyampaikan pesan moral, motivasi, dan penguatan kepada warga binaan agar senantiasa menjaga keamanan, kebersihan, kedisiplinan, serta semangat dalam mengikuti program pembinaan dan pelayanan yang telah disiapkan oleh, pihak Lapas, ” jelas Kalapas IIB Sumedang Ratri Handoyo Eko Saputro.

Kalapas Kelas IIB Sumedang menegaskan, bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk berubah menjadi lebih baik.

Baca Juga:  Lapas Sumedang Gaungkan Ikrar Anti Narkoba dan Handphone Tanpa Tawar Menawar Apapun

“Kami ingin memastikan bahwa semangat pembinaan tidak hanya berjalan lewat program, tapi juga tumbuh dari dalam diri setiap warga binaan,” ujar Ratri dalam arahannya.

Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan Lapas agar tetap bersih, aman, dan tertib.

Ia juga mengajak warga binaan untuk terus meningkatkan partisipasi dalam kegiatan pembinaan kemandirian maupun kepribadian sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Kegiatan sapaan ini juga menjadi ajang komunikasi dua arah antara petugas dan warga binaan.

“Melalui dialog terbuka, aspirasi dan masukan dari warga binaan turut disampaikan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan layanan pemasyarakatan ke depan, ” jelasnya.

Baca Juga:  Lapas Khusus Gunung Sindur Berikan Penguatan Petugas Tentang Ancaman Tindak Pidana Terorisme

Seluruh warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menyambut hangat sapaan dan pesan motivasi yang disampaikan oleh Kalapas dan jajaran, yang memberi dorongan moral untuk tetap berbenah dan menatap masa depan dengan optimisme.

“Dengan semangat kebersamaan yang terjalin, kegiatan “Akhir Pekan Penuh Makna” menjadi pengingat bahwa pembinaan di Lapas bukan hanya tentang kedisiplinan, tetapi juga tentang membangun harapan, karakter, dan masa depan yang lebih baik bagi setiap warga binaan, ” pungkasnya.***