Jabar Raya
Rutan Bandung Raih Sejumlah Penghargaan Dalam Program Penanganan Sampah dan Ketahanan Pangan
Khatulistiwaupdatenews.com, Bandung – Rutan Kelas I Bandung terus melakukan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (wbp) di bidang ketahanan pangan dan penanganan pengolahan sampah mandiri.
Sejumlah penghargaan berhasil diterima Rutan Kelas I Bandung, karena keberhasilan program ketahanan pangan dan pengolahan sampah secara mandiri.
Kepala Rutan Kelas I Bandung Suriyanta Leonardo Situmorang melalui Kasi Pelayanan Tahanan Surya Wijaya menjelaskan, bahwa program tersebut sudah berlangsung sejak lama di Rutan Kelas I Bandung.
“Program ketahanan pangan dan pengolahan sampah mandiri, dilakukan di branggang yang ada di lingkungan Rutan, sejumlah Wbp dilibatkan dalam pembinaan program tersebut, ” papar Karutan Kelas I Bandung, Selasa 31 Desember 2024.
Penghargaan tersebut, diraih Rutan Kelas I Bandung dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandung dalam hal program Urban Farming Buruan Sae.
Penghargaan selanjutnya diterima Rutan dari Kecamatan Batununggal dalam hal program Magotisasi. Bahkan program magotisasi tersebut mendapatkan penghargaan dari Lurah Kebonwaru dan Pj Walikota Bandung.
Karutan menambahkan, program program tersebut melibatkan wbp yang sudah mendapatkan asesmen untuk bisa menjalani pembinaan program tersebut.
“Selain keahlian, wbp yang dilibatkan juga harus punya komitmen baik sehingga perlu asesmen karena program tersebut dilaksanakan di area rawan Rutan Kelas I Bandung di kawasan Branggang, ” papar Karutan.
Selain magotisasi, urban farming, Rutan Bandung juga mendukung program ketahanan pangan melalui ternak ayam kampung.
“Untuk ternak ayam kampung ini kami bekerjasama dengan salah satu peternak ayam kampung. Hampir setiap dua bulan sekali sekitar 60 ekor ayam kampung hasil ternak di Rutan dibeli oleh pihak peternak ayam dari luar Rutan, ” terangnya.
Selanjutnya program ketahanan pangan lainnya yakni, dilakukan panen dari hasil budidaya sayuran kangkung, selada hingga pakcoy melalui media tanam berbasis hidroponik.
“Untuk kangkung prosesnya sekitar 14 hari sudah bisa panen, termasuk selada air. Selain sayuran budidaya buah juga dilakukan Rutan Bandung dengan budidaya buah anggur, bahkan anggur dengan kualitas terbaik tersebut siap dipanen, ” jelasnya.
Selain sayuran dan ayam, Rutan kelas I Bandung juga membudidayakan ikan air tawar dalam program ketahanan pangan.
Sejumlah program ketahanan pangan tersebut sudah dilakukan panen raya pada tanggal 6 Desember 2024 lalu.
Karutan menegaskan, bahwa program ketahanan pangan seperti budidaya anggur dan tanaman sayur hidroponik kangkung dan selada air menggunakan air sible dan tidak mengganggu penggunaan air bagi wbp dan pegawai di Rutan Kelas I Bandung.
“Jadi untuk air bagi budidaya sayur, buah dan peternakan yang dilakukan di Rutan Bandung itu menggunakan air dari pompa sible bawah tanah yang disiapkan terpisah dari air bagi kebutuhan wbp sehari-hari. Sehingga meski wilayah Rutan Kelas I Bandung berada di area kota Bandung dan jauh dari mata air pegunungan tetap bisa mengaliri sayuran hidroponik dan program budidaya buah serta peternakan ayam untuk mendukung program ketahanan pangan sesuai program pemerintah pusat saat ini dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, ” pungkas Karutan Kelas I Bandung.
