Connect with us

Jabar Raya

Pilwalkot Bandung 2024: Haru-Dani Dipercaya Lebih Cepat Sejahterakan Warga Kota Bandung

blank

Published

on

blank

Khatulistiwaupdatenews.com, BANDUNG – Pemberantasan kemiskinan menjadi prioritas utama kebijakan pemerintahan.

Pemerintahan Prabowo-Gibran menargetkan pemberantasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen.

Selain itu, pemerintahan ke depan juga menargetkan menurunkan angka kemiskinan relatif hingga di bawah 6 persen pada akhir 2029, sehingga masyarakat bisa mencapai pada kesejahteraan.

Terkait moment Pilkada Serentak 2024 ini, pemimpin terpilih di daerah akan dipertaruhkan kepemimpinannya dalam hal kesejahteraan, salahsatunya di Kota Bandung.

Baca Juga:  Rutan Bandung Libatkan Pemadam Kebakaran Dalam Pengamanan Natal dan Malam Pergantian Tahun

Lembaga Pemantau Demokrasi (LDP) kembali melakukan survei kepada empat pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota periode 2024-2029, terkait siapa pasangan calon yang paling mampu mensejahterakan warga Kota Bandung, Jawa Barat.

Hasil survei LDP merilis pasangan nomor urut 3, Haru Suandaru-Dani Wiranata menduduki posisi tertinggi, mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam hal kesejahteraan untuk warganya.

Baca Juga:  1.125 WBP Lapas Bekasi Dapat Remisi Idul Fitri, 7 Orang Langsung Bebas

Terkait hasil survei pasangan mana yang paling mampu menciptakan kesejahteraan, pasangan Haru-Dani memperoleh angka tertinggi, yaitu 32%, disusul pasangan Dandan-Arif 29%, Kemudian Farhan-Erwin 21% dan Arfi-Yena 12%, sisanya tidak memilih.

Survei dilakukan periode awal November ini, menggunakan metode multistage random sampling dengan 400 responden dari berbagai kalangan dengan sampling eror 0,3 persen.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Sampaikan Duka Mendalam Kepada Korban Bencana Gempa Sumedang

Analis LDP Muhamad Ganjar mengatakan, survei dilakukan berdasarkan persepsi masyarakat terkait pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang paling siap menciptakan kesejahteraan untuk warganya, sehingga meminimalisir angka kemiskinan, pengangguran.

Selain itu, mudahnya akses pelayanan kesehatan dan termasuk di bidang pendidikan. Kemudian soal kebersihan, dalam hal ini pengelolaan sampah.***