Jabar Raya

Polsus Lapas Banceuy Dilatih Antisipasi Ganguan Keamanan dan Ketertiban di Dalam Lapas Oleh Polrestabes Bandung

Published

on

Khatulistiwaupdatenews.com, Bandung – Mengantisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Polrestabes Bandung bersama Lapas Kelas IIA Banceuy menggelar latihan bagi Polsus (polisi khusus) Lapas.

Kegiatan latihan digelar di Aula Lapas Banceuy, Selasa 13 Januari 2026.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan anggota Polsuspas dalam mengantisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kegiatan latihan ini sesuai Surat Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Resor Kota Besar Bandung Polda Jabar Nomor : B/02/I/REN.4.1.3/2026, Hal : Pembinaan Polsus Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy Bandung dan Surat Tugas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy Bandung, Tanggal 09 Desember 2026 lalu,” jelas Kalapas Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani, Selasa 13 Januari disela kegiatan pembinaan.

Eris menambahkan, pembinaan dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di Lapas, dimana organisasi harus memprioritaskan penguatan soliditas internal dengan menghilangkan ego sektoral antarpetugas.

“Hal ini mewajibkan seluruh tindakan pengamanan dilakukan secara humanis sesuai SOP guna menghindari manipulasi atau provokasi oleh warga binaan,” jelas Eris Ramdani.

Kegiatan pembinaan Polsuspas di Lapas Banceuy diikuti oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy Bandung, Ka. KPLP, Kasi Adm. Kamtib, seluruh pegawai regu pengamanan, staff beserta CASN.

“Dalam kegiatan ini, pelaksanaan Kegiatan dilakukan Pembinaan Polsus pada Lapas Kelas IIA Banceuy
yang akan dilaksanakan oleh Satuan Pembinaan Masyarakat Resor Kota Besar Bandung POLDA Jabar,” terangnya.

Terpisah Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polrestabes Bandung, AKBP Kusno Diyantara, S.Pd., menekankan beberapa poin krusial terkait soliditas internal dan kewaspadaan operasional dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

” Soliditas dan Kondusifitas Internal harus kuat, hal ini sebagai pembelajaran dari insiden tahun 2016 dimana Lapas Banceuy pernah mengalami kerusuhan, sehingga faktor internal seringkali menjadi pemicu kerawanan,” jelas Kasat Binmas Polrestabes Bandung AKBP Kusno Diyantara, S.Pd. dihadapan Polsuspas Lapas Banceuy.

Diakuinya, dengan rasio petugas yang tidak sebanding, dimana ada 1187 WBP, kecemburuan sosial dan aksi saling menjatuhkan antar petugas harus dihilangkan.

“Karena akan menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Warga Binaan,” jelasnya.

Larangan Tindakan di Luar Prosedur juga dijelaskan pihak Sat Binmas Polrestabes Bandung, seperti dilarang keras menindak pelanggaran kecil WBP secara personal atau diluar SOP.

“Hal ini rawan menjadi “jebakan” atau dikondisikan oleh WBP untuk memicu kerusuhan massal,” paparnya.

Situasi saat ini, diakui AKBP Kusno bahwa ⁠Integritas dan Teknologi, saat ini pengungkapan identitas sangat mudah melalui alat elektronik Kepolisian yang canggih.

“Banyak jaringan kriminal di luar yang berujung pada keterlibatan oknum di dalam Lapas/Rutan (terutama melalui penyelundupan HP). Petugas diminta waspada agar tidak terlibat dalam jaringan tersebut,” jelasnya.

Dirinya juga memberikan motivasi bahwa kualitas Kinerja adalah cerminan diri.

“Kinerja yang baik diibaratkan seperti mutiara, tetap akan terlihat bersinar meskipun dalam kondisi sulit ataupun gelap. Kinerja yang baik akan mendatangkan penghormatan dari pihak luar maupun pimpinan,” jelasnya.

Selanjutnya, Sinergi Stakeholder (Stikologi) serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan Polres dan Polsek setempat.

“Soliditas antar instansi adalah kunci bantuan pengamanan (belajar dari kasus 2016 dan kendala yang dihadapi Wali Kota saat ini akibat kurangnya sinergi). Misalnya melalui ⁠Informasi Layanan 110, merupakan nomor operator polisi. Jika tidak diangkat 3x akan masuk ke Polda dan jika 6x akan langsung ke Mabes,” jelasnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Banceuy Andhika Saputra mengaku sangat berterima kasih kepada jajaran Sat Binmas Polrestabes Bandung dalam kegiatan pembinaan Polsuspas ini.

“Dengan kegiatan ini, kedepan perlu ada tindak lanjut nyata yang perlu dilakukan meliputi pelaksanaan pakta integritas, dan pengawasan ketat terhadap penggunaan alat elektronik untuk mencegah keterlibatan oknum dalam jaringan kriminal,” jelas KPLP Lapas Banceuy Andhika Saputra.

Pihak KPLP juga akan melakukan peningkatan kualitas kinerja individu, sebagai standar profesionalisme, serta penguatan sinergi dengan stakeholder.

“Sinergitas dengan stakeholder akan terus dilakukan dan diperkuat melalui silaturahmi dan komunikasi aktif Lapas Banceuy, dan itu sudah berjalan dilakukan dengan maksimal,” pungkasnya.***