Jabar Raya
Lapas Banceuy bersama BNN Kota Bandung Gelar Tes Urine bagi Seluruh Petugas dan Warga binaan
Khatulistiwaupdatenews.com, Bandung – Menindaklanjuti instruksi dari Dirjen Pemasyarakatan (Dirjenpas) melalui Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : WP.11-PK.08.02-76 2026 Tanggal 6 Januari 2026, Perihal Penugasan Pendataan Senjata Api serta Tes Urine Pegawai dan Narapidana (warga binaan), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy menggelar kegiatan Test urine kepada pegawai dan warga binaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani menjelaskan, kegiatan Test urine dilaksanakan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung.
“Pelaksanaan Tes urine bagi seluruh Petugas dan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, bekerjasama dengan BNNK Bandung,” jelas Kalapas Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani, Jumat 9 Januari 2026.
Kalapas menambahkan, kegiatan ini dipimpin langsung oleh dirinya selaku Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung dan Kepala BNNK Bandung melalui Ketua Tim Penidakan & Pengawasan.
“Kami kumpulkan semua petugas, tanpa kecuali, termasuk warga binaan,” jelasnya.
Kegiatan tes urine dilaksanakan kepada 95 orang petugas Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, termasuk Kepala Lapas dan seluruh pejabat struktural.
“Untuk warga binaan ada 30 orang yang ditest urine dan 25 orang Peserta Magang Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, dengan hasil seluruhnya Negatif narkoba, termasuk hasil dari 90 pegawai Lapas negatif semuanya,” jelasnya.
Kalapas menegaskan, kegiatan ini adalah sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba, penguatan pengawasan, kepatuhan internal.
“Kami melaksanakan test urine untuk meminimalisir terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, serta untuk meningkatkan sinergi dengan BNNK Bandung,” tegasnya.
Terpisah Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Andhika Saputra menyambut baik kegiatan test urine ini.
“Kegiatan ini agar dilaksanakan secara rutin untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban di Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung,” jelas Andhika Saputra.
Andhika juga terus mengingatkan seluruh petugas jaga, perlunya meningkatkan pemeriksaan barang dan penggeledahan badan secara menyeluruh pada siapa saja yang akan masuk ke dalam Lapas di Pintu Utama.
“Untuk pengawasan kepada WBP yang melaksanakan asimilasi kerja, dan menggeledahnya di pintu steril area sebelum masuk kembali kedalam kamar hunian, harus dilakukan maksimal agar mencegah deteksi dini masuknya narkoba,” pungkas Andhika Saputra.***