Jabar Raya
Tegas dan Maksimalkan Pencegahan Penyalahgunaan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika, Rutan Kelas I Bandung Gandeng Dua Polres
Khatulistiwaupdatenews.com, Bandung – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandung terus melakukan langkah pencegahan penyalahgunaan pemberantasan serta peredaran gelar Narkotika atau biasa disingkat P4GN, dengan berkomunikasi dan berpartisipasi aktif bersama dua institusi Kepolisian Resor (Polres) di wilayah Bandung Raya.
Dua polres tersebut,yakni Polrestabes Bandung dan Polres Cimahi.
Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Bandung Mashuri Alwi menjelaskan, langkah strategis bersama instansi Kepolisian ini sebagai bentuk sinergitas dalam hal perang terhadap narkoba.
“Bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat pengawasan serta pemberantasan narkoba di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan,” jelas Karutan Kelas I Bandung, Sabtu 25 April 2026.
Alwi sapaan akrab Karutan Bandung, memastikan tak ada ampun bagi siapapun yang bermain dengan narkoba di Rutan Bandung.
“Tegas komitmen dari pimpinan kami jika ada warga binaan atau pegawai Rutan terlibat narkoba sanksi tegas diberlakukan, komitmen saya pribadi pun sebagai Karutan akan tegas tanpa pandang bulu,” paparnya.
Ditegaskan Alwi, bahwa sinergitas dengan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.
“Khususnya di dalam lingkungan rutan, kami berkomitmen membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih dari narkoba tanpa kecuali, ” tegasnya.
Ia menjelaskan, kerja sama ini tidak hanya sebatas koordinasi formal, tetapi juga diarahkan pada penguatan langkah operasional, seperti pertukaran informasi, peningkatan pengawasan, serta penindakan terhadap potensi pelanggaran yang berkaitan dengan narkotika.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta komunikasi aktif dan berkesinambungan antara Rutan Kelas I Bandung dan Polrestabes Bandung dan Polres Cimahi sehingga upaya deteksi dini dan penanganan kasus narkoba dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut berbagai surat edaran yang menekankan pentingnya penguatan pengamanan dan pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan, baik dari tingkat pusat maupun wilayah Jawa Barat.
Mashuri menambahkan, ke depan pihaknya akan terus memperluas sinergi dengan berbagai aparat penegak hukum lainnya di wilayah Jabar, guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal.
Dalam Kegiatan koordinasi tersebut berlangsung pada Rabu (22/4/2026) lalu di Sat Narkiba Polres Cimahi yang langsung dilakukan kordinasi oleh Karutan Kelas I Bandung Mashuri Alwi,
yang diterima langsung oleh Kasat Reserse Narkoba Polresta Cimahi, Iptu Reyhan Kusuma dan di Sat Narkoba Polrestabes Bandung oleh KA.KPR (kepala kesatuan pengamanan rutan) I Gusti Bagus Widya Putra yang disambut hangat oleh Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP. Dr.Agah Sonjaya, S.H., M.H.
KA.KPR Rutan Kelas I Bandung, I Gusti Bagus Widya Putra menegaskan bahwa Rutan Bandung siap melakukan sinergitas dengan Polrestabes Bandung khususnya dalam pencegahan penyalahgunaan pemberantasan serta peredaran gelar Narkotika.
“Kami selalu terbuka untuk Sat Narkoba Polrestabes Bandung,bila ada pengembangan pengungkapan kasus narkoba di luar Rutan dan melibatkan warga binaan Rutan Bandung, kami siap kooperatif. Begitupun sebaliknya dalam rangka Pencegahan di dalam rutan kami juga melibatkan jajaran Sat Narkoba Polrestabes Bandung,” jelasnya.
Gusti memastikan, bahwa setiap adanya pencegahan penggagalan di Rutan Bandung, langsung kami kordinasikan dengan Sat Narkoba Polrestabes Bandung guna mengungkap jaringan yang mencoba menyelundupkan narkoba tersebut. Hal ini sebagai komitmen tegas jajaran Rutan Bandung dan pimpinan kami di Kementerian Imipas.
“Sesuai implementasi instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat pengawasan serta pemberantasan narkoba di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, langkah sinergitas ini sebagai wujud penguatan dari sisi komunikasi, kordinasi aktif dan langkah pencegahan terbaik kedepannya, ” pungkas Gusti.