Jabar Raya

Momen Natal Penuh Harapan, 20 Orang Warga Binaan Rutan Kelas I Bandung Dapat Remisi

Published

on

Khatulistiwaupdatenews.com, Bandung — Dalam rangka memperingati Hari Raya Natal tahun 2025, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandung menerima Remisi Khusus Hari Raya Natal, Rabu (25/12).

Pemberian remisi ini merupakan hak Warga Binaan yang diberikan oleh negara kepada Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, serta menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Bandung Mashuri Alwi dalam sambutannya yang diwakili Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Bandung, Sofian Aryef, menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara, atas komitmen Warga Binaan dalam mengikuti pembinaan serta mematuhi tata tertib yang berlaku.

“Dengan remisi yang diterima saya berharap, dapat menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan proses reintegrasi sosial secara optimal,”jelas Sofian Aryef.

Pembacaan Surat Keputusan Remisi Khusus Hari Raya Natal, dibacakan oleh Kepala Sub Seksi Administrasi dan Perawatan (Adper) Rutan Kelas I Bandung, Muhamad Adi Putra.

Surat Keputusan tersebut, merupakan penetapan resmi pemberian remisi kepada Warga Binaan, yang telah memenuhi ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan di bidang pemasyarakatan.

Dalam pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal di Rutan Bandung, dengan rincian warga binaan beragama Kristen sebanyak 39 orang.

Dari 39 orang, 20 orang berstatus warga binaan sehingga mendapatkan Remisi Hari Natal. Sementara 19 lainnya masih berstatus tahanan.

Kegiatan pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta diikuti oleh jajaran petugas Rutan Kelas I Bandung.

Terpisah Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Bandung Mashuri Alwi menjelaskan, bahwa pemberian remisi ini mencerminkan pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kemanusiaan, dan pembinaan yang berkelanjutan.