Nasional
Dites Urine, Pegawai Rutan Klungkung dan Warga Binaan Negatif Narkoba, Karutan : Komitmen Zero Halinar
Khatulistiwaupdatenews.com, Semarapura, – Senin (06/04/2026) pagi, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Klungkung melaksanakan kegiatan penggeledahan gabungan dan tes urine bersama aparat penegak hukum sebagai langkah konkrit dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Klungkung, Alviantino Riski Satriyo, didampingi oleh seluruh pejabat struktural, staf, serta tim medis Rutan. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Kesbangpol Kabupaten Klungkung, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Klungkung, perwakilan Polsek Klungkung, perwakilan Koramil 1610 Klungkung, serta BNNK Klungkung sebagai wujud sinergi dan penguatan kolaborasi lintas instansi.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WITA yang diawali dengan apel bersama serta pengarahan dari Karutan. Selanjutnya, dilakukan persiapan sarana penggeledahan, seperti metal detektor, sarung tangan, serta alat lainnya. Tim kemudian bergerak menuju blok hunian Nakula dan Sahadewa, sedangkan penggeledahan pada blok hunian wanita dilaksanakan oleh petugas wanita.
Warga binaan secara bergiliran dikeluarkan dari kamar hunian guna memastikan proses penggeledahan berlangsung secara tertib, aman, dan kondusif. Penggeledahan dilaksanakan secara menyeluruh tanpa terkecuali, meliputi seluruh area kamar, seperti kamar mandi, loker, hingga tempat tidur.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim gabungan tidak menemukan barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Hasil penggeledahan hanya ditemukan beberapa barang dengan potensi risiko rendah, seperti korek api kayu dan alat cukur jenggot. Seluruh barang temuan tersebut segera diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan.
Selain penggeledahan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelaksanaan tes urine yang dilakukan oleh BNNK Klungkung, didampingi oleh petugas klinik Rutan Klungkung. Tes dilaksanakan terhadap 56 orang warga binaan dengan hasil seluruhnya negatif. Sementara itu, dari 30 orang petugas yang diperiksa, sebanyak 29 orang dinyatakan negatif dan 1 orang positif benzo, yang disebabkan oleh konsumsi obat dalam rangka pengobatan saraf (berdasarkan resep dokter).