Jabar Raya

13 Pegawai Lapas Banceuy Dapat Penghargaan Atas Komitmen Zero Halinar di Hari Bakti Pemasyarakatan ke 62

Published

on

Khatulistiwaupdatenews.com, Bandung – 13 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas IIA Banceuy Bandung, diberikan penghargaan atas kinerjanya dalam menegakkan komitmen zero Halinar melalui upaya pencegahan penggagalan masuknya barang terlarang seperti narkoba ke lingkungan Lapas.

Pemberian penghargaan dilaksanakan di Lapas Kelas I Sukamiskin, usai tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke 62 secara terpusat jajaran Kanwil Ditjenpas Provinsi Jawa Barat, yang dilakukan secara virtual serentak di seluruh UPT Lapas Rutan dan Bapas Se Indonesia.

Penghargaan kepada 13 pegawai ini, menjadikan sebuah motivasi tinggi pegawai Lapas Banceuy.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani menjelaskan, bahwa penghargaan ini sebagai bentuk motivasi untuk terus menjaga komitmen kerja dan integritas.

“Saya bangga, karena pegawai atau petugas Lapas Banceuy punya komitmen yang tinggi,untuk membawa pemasyarakatan lebih baik lagi dan zero Halinar (handphone, pungli dan narkoba),” jelasnya, Senin 27 April 2026.

Eris berharap, motivasi tinggi ini dapat diikuti pegawai lainnya, untuk menjaga dan membawa Lapas Banceuy zero Halinar.

“Semoga pegawai yang mendapat penghargaan bisa menjadi contoh bagi pegawai yang lain, dan dapat lebih memberikan pelayanan yang optimal,” paparnya.

Terpisah KA.KPLP Lapas Banceuy Andhika Saputra mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada jajaran petugas pengamanan Lapas Banceuy, dalam pencegahan masuknya barang terlarang.

“Alhamdulillah ini sebagai komitmen kami selaku pegawai Lapas di bidang keamanan Lapas, dengan penghargaan ini semakin kuat komitmen kami untuk zero Halinar di lapas Banceuy,” terangnya.

Dalam rangkaian tasyakuran HBP ke 62 di Lapas Banceuy, juga diberikan bantuan kepada keluarga warga binaan pemasyarakatan.

Bantuan berupa peralatan untuk usaha menjual Gorengan, diberikan kepada salah satu keluarga warga binaan pemasyarakatan,yang anaknya ditahan untuk menjalani hukuman pidana.

“Keluarga yang mendapat bantuan ini berasal dari Kopo, yang anaknya ditahan karena harus menjalani hukuman pidana. Bantuan diberikan langsung kepada keluarga warga binaan yang membutuhkan di halaman Lapas Banceuy,” pungkas Andhika Saputra mewakili Kalapas Banceuy Eris Ramdani usai kegiatan pemberian bantuan.